Popular Posts

Friday, April 29, 2016 0 comments

Sejenak bergendhu-gendhu rasa dengan kang Sendi

Malam itu tepatnya pukul 20.00 Wib ane di bbm oleh kawan lama, katanya pingin ketemu dan ngobrol, sebut namanya saja bang Sendi. Beliau selain aktifis muda juga seorang musisi, gemstoner dan juga seorang dosen di salah satu perguruan tinggi ternama di Purwokerto. 

Singkat cerita dalam obrolan yang ringan, beliau bertanya kepada saya " Kenapa mas mau terjun dalam dunia entertainment / karaoke seperti ini ? " sebelum saya jawab, dia langsung menyela " bagi saya keputusan yang mas ambil itu berat..., sebab selain kamu sebagai tokoh muda / aktifis muda yang tentu membutuhkan pencitraan dalam karier politik. Tetapi kamu justru mengambil langkah yang berani, Terjun ke dunia yang sebagian orang menganggap adalah dunia hitam dalam tanda petik, Alasan apa sebanarnya yang di miliki oleh Njenengan / km mas...? hingga berani mengorbankan perjuangan politik bla...bla...bla...." ( hiks pertanyaan ini menggelitik dan menarik untuk di jawab, saya ambil posisi duduk yang lbh serius, sembari mengambil nafas...saya jawab singkat ) 

Bagi saya, apa yang ada di depan mata, lakukan dan kerjakan yang terbaik! Selama saya tdk membebani dan tidak menjadikan beban bagi orang-orang di luar sana..., buat apa hal sperti itu hrs saya pedulikan ? 

Monday, October 26, 2015 0 comments

Puisi SUMPAH BJ Habibi


Monday, September 14, 2015 0 comments

Sahabat itu adalah...


Monday, August 17, 2015 1 comments

” BIASA BAE”

Mengupas sisi budaya Dieng Batur Banjarnegara
Oleh Wahono ( Lurah WFC )

Lah gari ” BIASA BAE “ si ngapa ? saya yakin kita sering sekali mendengar kalimat tersebut dalam kehidupan keseharian kita sebagai warga Banjarnegara. Dalam konteks ini saya tidak akan membahas kalimatnya. Tetapi saya justru tertarik untuk membahas dua suku kata yang ada dalam tanda kutip yakni BIASA BAE. Mengapa ? karena kata-kata tersebut telah menjadi sebuah budaya yang mengilhami dalam setiap tatanan kehiduypan rakyat Dieng Batur Banjarnegara.

Dua suku kata BIASA BAE jika kita renungkan secara mendalam terkandung sebuah nasehat yang luar biasa untuk kita semua kaum muda Banjarnegara. Diantaranya makna atau nilai-nilai yang bisa saya jabarkan antara lain ;

1. Andap Asor (Jawa), Rendah Hati (Indonesia), atau Tawadhu’ (Islam).Andhap Asor adalah sifat yang selalu berusaha untuk merendahakan hati tanpa harus merendahkan diri.

Nabi Muhammad saw, juga telah memerintahkan kita untuk selalu bersikap rendah hati. Dalam sebuah hadits beliau bersabda : ” Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu‘ (rendah hati), sehingga tak seorang pun menyombongkan diri kepada yang lain, atau seseorang tiada menganiaya kepada yang lainnya”. (HR Muslim)

1 comments

Sajak untuk Ibu Pertiwi

Hamparan rasa itu begitu luas laksana angkasa raya
Tak sadar kaki ini terus melangkah...
Lebih dari separuh perjalanan waktu....
Kuinjakan jiwa dan raga ini diatas sajadah panjang terbentang
Kutemukan sepenggal jiwa ini berada dalam tebing curam dunia
Kutemukan bagian lain diri ini berada dalam RUH pertiwi
Dan Kutemukan juga bagian lain diri ini tersematkan pada nur sang Kekasih

Ketika jiwa ini letih....
Hatiku bertanya, masihkan kamu setia menemaniku menelusuri jejak sang Nabi....?
Raga ini tergetar, kucuran butir-butir keringat dingin menjadi berlian Perjuangan!
" Aku hanya ingin melihat Ibu Pertiwi ini TersenyumKembali "
Itulah ikrarku pada BUMI...
Itulah ikrarku pada Semesta....
Semakin keras aku dengungkan....semakin kokoh bangunan cinta ini

Wahai para RUH pahlawan bangsa...
Menyatulah kedalam jiwaku saat ini juga...!!!
Tegarkan raga ini untuk melanjutkan cita-cita besarmu
Agar keyakinan ini menjadi PADAT atau RUNTUH sama sekali !!!

Banjarnegara, 17 Agustus 2010
Jabat Erat Jiwa ini untuk Bumi Pertiwi
Wahono
Allright Reserved by : @wahono_akik | 2015. Powered by Blogger.
 
;