Popular Posts

Monday, October 30, 2017

Terlupakannya Pendukung Yang Ragu


Orang tua saya bercerita begini..., 

Suatu saat nanti...
Diseparuh lebih perjalanan hidupmu
Kamu akan menjumpai dan mengerti 
akan seseorang atau segolongan orang 
yang mendukung langkah-langkahmu. 

Dan segolongan orang lagi adalah 
Mereka yang berpura-pura baik didepanmu
tetapi dibelakang, 
mereka justru menghancurkanmu. 

Mereka ini biasanya adalah segolongan orang
yang usianya sama bahkan lebih tua dari kamu. 

Jika kamu dapati segolongan orang 
yang terang-terangan ingin menghancurkanmu di depan,
tiada lain mereka adalah orang yang lebih muda 
bahkan jauh lebih muda dibandingkan usiamu. 

Hingga kamu bertemu dengan 
seorang pemuda yang ragu terhadapmu, 
namun sesungguhnya ia adalah pendukungmu 
yang mampu melesat lebih cepat dari pada kamu. 

Banjarnegara XXXI - X - MMXVII

Thursday, October 26, 2017

MASIHKAH KITA BERSEREMONIAL ?

89 Tahun yang lalu yakni pada tanggal 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda di dengungkan sebagai sebuah Deklarasi bersama seluruh pemuda Indonesia waktu itu. Deklarasi itu berbunyi bahwa Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku Berbangsa Satu Bangsa Indonesia, Bartanah Air Satu Tanah Air Indonesia dan Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.

Keberhasilan kaum muda dalam mendorong percepatan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan tidak bisa di pungkiri oleh sejarah. Namun demikian, taukah kita bahwa Deklarasi itu adalah hasil capaian atas sebuah impian...? masih banyak yang lupa bahwa proses atas pencapaian impian itu ternyata jauh lebih penting untuk kita pelajari bersama.

Butuh waktu dua tahun lebih untuk merumuskan sebuah konsep bersama akan arti penting kesatuan dan persatuan pemuda waktu itu. 1926 konsep kongres pemuda di lontarkan sebagai sebuah gagasan besar untuk Bangsa. Dan butuh waktu 17 tahun, hingga sampai pada titik kesepakatan bersama bahwa ikrar pemuda, putra dan putri Indonesia disepakati dalam naskah besar Kongres Pemuda Indonesia.

Sunday, October 22, 2017

Cinta itu Kau


Bila saatnya nanti tiba...
kamu akan jalani hidup di antara tiga dunia yang berbeda 
satu duniamu adalah keabadian dan kebaikan
satu duniamu lagi adalah keabadian dan kejahatan
disisi lain duniamu adalah diantara keduanya
dan ketiga duniamu itu tak terbatas

lalu apa yang istimewa diantara ketiganya...?
ialah cinta...

Sepenggal Cerita Mirunggan Sesi Pertama

Menemukan Identitas Banjarnegara 
Setu Legi, 23 September 2017 

Siang itu terasa panas dan di badan terasa tidak seperti biasanya, mungkin karena mendung kelabu mencoba hadir di banjarnegara atau justru akan ada rembulan indah datang untuk kita semua. I dont know, tiba-tiba hp berbunyi thit..., tanda ada sesorang yang mengirim pesan melalui WA. Hp saya buka dan ternyata kang taat sudah sampai di kampus satu. Baiklah, tanpa basa basi, kang taat langsung ane samperin. Kang taat ini adalah ketua OC untuk kegiatan Mirunggan. 

Tidak sampai dua menit, sepeda motor kang oyan nongol dari balik jalan menuju tempat kita nongkrong, seperti biasanya kang oyang selalu di dampingi oleh kawan setianya yakni mas eko budi. Kang oyan ini adalah sekretaris dan mas eko adalah bagian perlengkapan di acara Mirunggan. 

Singkat cerita kita melakukan breafing berempat untuk kesiapan acara nanti malam, dimulai dari ngecek daftar undangan peserta mirunggan, perlengkapan, konsumsi dan lain-lain. 80% persiapan sudah matang. Tinggal pasang backdrop, hidupin sound maka sudah 90% aman. Maka 10% lagi adalah kehadiran seluruh peserta sesuai target, kemudian cukuplah kita akan bilang event mirunggan ini berhasil dari sisi organized.   

Lalu bagaimana dengan content Mirunggan sesi pertama ini...?
Saya sudah sampaikan pada seluruh jajaran SC maupun OC di kepanitiaan Mirunggan. Bahwa jika Mirunggan ini kepingin menjadi sebuah kegiatan yang ngangenin. Tidak ada kata lain selain RUHnya harus hidup. Agar RUH Mirunggan ini hidup, maka kita mesti bisa mengambil tema yang kuat, sustainable, comprehensive and integral pada setiap sesinya. 

Menyiapkan Kader Pemimpin

Tempatku berpijak berada pada dua sisi, yakni sebagian kecil gelapnya dunia dan sebagian kecil terangnya dunia. Tidak seperti yang lain yang bisa memilih salah satu dari keduanya. Meski demikian, upayaku untuk tetap dan terus berikhsan tiada pernah pudar.

Alam dan kehidupan telah banyak mengajarkanku arti penting Khoirunnas anfa'uhum linnas. Hingga ditengah-tengah kehidupan kaum hedonis, hanya kebesaranMulah yang aku banggakan dan aku sampaikan. 

Tidak mudah untuk menjadi seorang kesatria d hadapanMu. 
Apalagi untuk menjadi Khalifatullah fil Ardhi. 
Engkau harus siap menjadi tanah yang terus di injak, 
namun kau mampu menjadi tempat tumbuhnya kehidupan. 
Kau harus mampu menjadi rembulan yang tetap menyinari namun tidak menyilaukan. 
Kau harus mampu seperti air, agar keadilan ini tetap terjaga. 
Dan kaupun harus jadi seperti matahari, yang mampu membakar semangat. 
Kau mesti bisa menjadi udara, agar kau mampu melebur pada semua kalangan 
tanpa kehilangan jati diri kamu. 
Dan kamu harus seperti bintang, agar kamu tau bahwa dunia ini indah 
karena hadirmu untuk kebermanfaatan mereka. 

Esensi pemimpin adalah pelayanan,  bukan arogansi. 
Namun cara melayaninya tidaklah seperti pelayan. 

Ada banyak orang yang bercita-cita untuk menjadi pemimpin, 
namun ia lupa bahwa menjadikan para kader, 
pemimpin-pemimpin baru adalah sesuatu yang jauh lebih penting. 

Banjarnegara, 30 September 2017

Mengapa namanya BCU ?

Akhir – akhir ini banyak pertanyaan yang muncul mengapa Wadah / Payung bersama Lintas dan antar komunitas se-Banjarnegara ini di beri nama BCU (Banjarnegara Community University)
Mengapa bukan Forum Silaturahmi Komunitas Se-Banjarnegara atau Paguyuban Komunitas Se-Banjarnegara ? atau apapun itu namanya.... 

Baiklah, untuk yang satu ini mungkin saya perlu menjelaskan sedikit latar belakang, maksud dan tujuan mengapa wadah / Payung ini di beri nama BCU.

Pertama : 
Kata UNIVERSITY ini menjadi pilihan sebab Selain University itu dapat bermakna Universitas / Kampus, University juga dapat berarti luas / umum / universal. Ingat JENIS komunitas yang ada di Banjarnegara itu sangat beragam. Makanya wadah / payung bersama ini harus mampu menampung semua jenis komunitas yang ada di Banjarnegara. Baik Lintas komunitas yang berbeda ( misal ; komunitas Burung dengan komunitas otomotif ) maupun antar sesama komunitas ( Misal ; sesama komunitas otomotif tapi beda. Komunitas mobil sedan dengan komunitas vespa ). Keberagaman kominitas ini terpayungi / terwadahi dalam satu nama Banjarnegara Community University, yang universal BUKAN yang hanya dapat menampung segolongan atau segerombolan komunitas saja. 

Kedua : 
Kata UNIVERSTY yang berarti universitas, adalah inspirasi sytem dan kurikulum yang ingin BCU tawarkan pada kawan-kawan komunitas. Bahwa dalam dunia kampus, para mahasiswa itu digembleng baik secara akademis maupun non akademis agar mereka semua dapat menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya. Yakni manusia-manusia yang bermanfaat bagi sesama dan seluruh alam semesta. 

Surat Cinta ke3 untuk BCU

Empat bulan yang lalu kita di pertemukan dalam spirit yang sama yakni Kongres Komunitas Se-Banjarnegara. Tak terasa apa yang menjadi perjuangan kita satu demi satu telah menuai hasil diantaranya : 
  1. Seluruh komunitas yang ada di Banjarnegara, di bolehkan untuk mengadakan kegiatan di Balai Budaya dengan tanpa di pungut biaya ( untuk event sosial – kebersihan dan kerusakan sesuatu di tanggung oleh komunitas yang bersangkutan ) dan biaya administrasi yang relatif terjangkau khusus untuk event komersial. Jatah event komunitas dalam satu bulan, lima kali kegiatan max satu minggu, tentu dengan menyesuaikan jadwal yang sudah ada di catatan pengurus Balai Budaya.
  2. Diberi kesempatan untuk menempati ruangan di gedung Balai Budaya sebagai sekretariat BCU atau sebagai sekretariat bersama seluruh komunitas se-Banjarnegara. 
  3. Dipercaya untuk menggelar acara MIRUNGGAN yang dilaksanakan pada setiap setu legi di Pendopo Kabupaten.
  4. Dipercaya untuk menggelar kegiatan seperti : Jambore Komunitas, Partisipasi diacara Serayu Expo 2017, dll

Sekecil apapun prestasi yang sudah kita hasilkan, dan sebesar apapun prestasi yang hendak kita raih bersama. Kita berharap agar kita tidak menjadi besar kepala alias sombong. Semua informasi perjuangan menjadi HAK para komunitas untuk mengetahuinya. 

Ingat, kita akan kuat karena KEBERSAMAAN dan KEKOMPAKAN kita. Karennya tidak perlu kita perkeruh perbedaan yang ada. Mari kita buktikan bahwa kata-kata “ perbedaan adalah anugrah “ ini NYATA, BUKAN hanya omong kosong belaka. 

Featured Post

Tetaplah Jadi Lentera

Saat kebanyakan orang sibuk mencari kesalahan orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri, km cukup diam mengamati satu persatu orang&q...