Search This Blog

Popular Posts

Sunday, August 24, 2014

Kemerdekaan itu Fatamorgana sedangkan Penjajahan itu Abadi

 
Sore itu di sebuah warung kecil, ane bertemu kawan SMP jaman dahulu kala. Yang secara kebetulan hingga sekarang kita masih sama-sama agak aktif dikegiatan kepemudaan di kotaku. Usianya kisaran 37 tahunlah…, ( lum tuwa bingit kan? Hahaha….msh di bawah 40 kok clink ;)  )

Dalam suatu dialog ringan ane bertanya pada kawanku tadi.
Ane : kang, gmn nech klajutan misi kita ttg pergerakan kepemudaan u mengawal 2016 ?
Teman : waduh, ane kira kita dah dag layak lagi untuk turun kejalan. Biarkan organisasi kita dipegang oleh adhe-adhe kita yang baru lulus SMA. ( Gubragk !!! ) skr seusia kita langsung saja garap kegiatan yang ada di RT kita atau kampong kita saja. Lebih real dan membumi. Kita kawal mereka yang pingin berproduktifitas. Kalau mau gabung hayo, klo nggak ya sudah. Kita dan tua brey… ( jawabnya dengan nada yang sangat optimis penuh keyakinan )
Ane : hummm…. Yayaya…bagus…keren itu kang ! ( dlm hati, saya sedang berhadapan dengan org yang salah, hiks…. )


Dihai berikutnya ane bertemu dengan kawan aktifis juga. Ada beberapa ormas yang dia ikutin juga. Termasuk salah satunya adalah organisasi kita. Ketemunya si gak secara langsung, hanya via facebook doang. Usia beliau ya kisaran 30anlagh….( hehehe…baca sambil mrigis ).

Status-statusnya bagus-bagus bgt, banyak yang berisi ttg perjuangan bagaimana mengingatkan kita semua akan persoalan-persoalan kekinian. Ane coba beranikan diri untuk berkomentar, bertanya dan juga mengajak untuk ikut turun tangan membantu menyelesaikan persoalan yang ada. Berharap ad sambutan yang luar biasa dari spirit statusnya yang boleh ane bilang GOOD SOCIAL and GOOD SPIRITUAL dech…hehehe….
Tapi ternyata ane menemukan jawaban yang sama bahkan lbh memusingkan lagi. Pingin tau apa jawabane ? “ aku malah agi ngilangake kekarepan ! " ( waduh…!!! Gubrak !!! sperti tersambar sewiwi garuda mabok, terpelanting, tersungkur dan terguling2x penuh luka dan darah…halah, lebay bingit yak…? Wkwkwkwk )

Kawan-kawan semua, apa yang ane utarakan diatas ada beberapa khikmah yang bisa kita petik, buat pelajaran hari ini bahwa :
  1. Yang namanya PERJUANGAN itu TIDAK pernah memandang usia. Baik anak-anak, remaja, pemuda, kaum dewasa dan orang tua sekalipun tetap harus turun tangan u berjuang, mengambil apa yang menjadi HAKnya. Melawan ketertindasan, membangun kesadaran public, mencerahkan kegelapan, mencerdaskan kedunguan, mengingatkan kelalaian, menasehati yang membutuhkan, membantu yang tidak mampu, dll..
  2. Semakin bertambah usia kita, semakin tumbuh kedewasaan kita, semakin berkembang pengetahuan kita, semakin besar tanggung jawab kita. Jika size kemampuan kita makin di butuhkan oleh public yang luas, mengapa kita harus KERDILkan hanya untuk orang2x di sekitar kita saja ? Penuhilah fitrah yang telah di gariskan dan di berikan Tuhan pada kita semua. Jika kita bisa dan mampu u membantu 100 bahkan 1000 orang yang ada di sekitar kita, mengapa kita hanya mau berbuat dan membantu 10 orang saja ? lalu siapa yang akan membangu 90 orang atau 990 orang yang lain yang belum terbantu / tertolong ? haruskah kita menunggu Ratu Adil agar yang 90 org atau yg 990 org dapat tertolong? Ini hanya masalah keberanian dan hati nurani kawan…
  3. Tentang amar ma’ruf nahi mungkar. Menjalankan yang baik dan mencegak kemungkaran. Dalam perspektif ane ( ini bisa jadi salah krn kajian ane msh dangkal tp gpp yg penting berani share pendapat, right…? ) sudah menjadi KEWAJIBAN kita sbg manusia bahwa agar ISLAM dapat menjadi RAHMATAN LIL ALAMIN, Rahmat bagi seluruh alam semesta, mestinya kita harus BERANI u terus-menerus menebarkan kebaikan di muka bumi. Berfikir baik, berkata baik dan bertindak baik. Dan inilah salah satu esensi ttg dua kata yakni Abdullah dan juga khalifatullah fil ardhi. Lalu tentang Nahi mungkar, perintahNya sudah sangat jelas. Jika kamu melihat kemungkaran di muka bumi, maka perangilah ! jika tidak bisa dengan tanganmu maka perangilah dengan mulutmu, jika tidak bisa dengan mulutmu maka dengan hatimu atau cukup dengan do’a, dan itulah selemah-lemah iman. Tentu kita sebagai kaum muda TIDAK mau kan di CAP bahwa iman kita benar-benar LEMAH? Sementara ada yg ibadah syariatnya sangat kuat, tetapi mereka lbh memilih u memperjuangkan perlawanan kemungkaran hanya dengan do’a saja. Dan ada yang ndableg ibadahnya tetapi keberanian u melakukan perlawanan terhadap kemungkaran, mau untuk turun kejalan. Tentu yg kita harapkan adalah org yang baik ibadah syariatnya dan mau turun tangan melawan kemungkaran. Ini adalah sebuah PILIHAN. Semoga tidak sulit untuk memilihnya yak ? huehehehe… 
  4. Kemerdekaan itu fatamorgana dan penjajahan itu abadi kawan !!! yang ini kayaknya sufi bingit, halah…., tidak ada kemerdekaan sejati dan sejatinya kemerdekaan kecuali jika kita telah selesai menunaikan kewajiban kita secara pribadi, social dan spiritual. Dan jika kita belum mampu u menunaikan kewajiban itu semua, itu artinya kita masih terjajah ! wedew… ngeri bingit gan… :D
  5. Yang ini me-re-mind-ing sadja gan…, bahwa di pundak sebelah kanan kaum muda ada kalimat “ Pemuda adalah generasi penerus perjuangan bangsa “. BUKAN generasi penerus kemerdekaan bangsa. Artinya pemuda harus terus meneruskan memperjuangankan “ MISI “ para pendiri bangsa yakni agar tercipta tatanan perikehidupan kebangsaan yang adil, makmur dan sentausa. Dan HARUS di ingat bahwa adil, makmur dan sentausa itu adalah kondisi “ PEACE OF MIND “ !!! tolak ukurnya sangat relative atas tiap-tiap individu. Berikutnya, di pundak sebelah kiri kaum muda ada sebuah kalimat bahwa pemuda adalah agent of social, agent of control and agent of change. Itu sih katanya, mbuh kata sapa….hiks…, Tentang agent of social. Ane yakin tiap individu, komunitas dan ormas sudah banyak yg gerak dan turun tangan menjalankan misi tersebut. Namun demikian, untuk yang kedua poin lagi yakni agent of control and agent of change ini, nampaknya perlu adanya pembaharuan keberanian amar ma’ruf nahi mungkar.

Barangkali itu sekelumit kuliah subuh kite hari ini gan…moga aja ade manfaatnye…right…sugeng siang lan sugeng makaryo. Salam Revolusi Mental !

Wahono

No comments:

Post a Comment