Berita TERBARU

Sekali lagi Terimakasih Untuk Banjarnegara

Perjalanan jelang event The PREweweh Da y cukup memukau sepanjang sejarah saya membangun sebuah pergerakan di Banjarnegara. Sejak 2009 saya...

Senin, 25 Agustus 2014

Kemerdekaan itu Fatamorgana sedangkan Penjajahan itu Abadi

Sore itu di sebuah warung kecil, ane bertemu kawan SMP jaman dahulu kala. Yang secara kebetulan hingga sekarang kita masih sama-sama agak aktif dikegiatan kepemudaan di kotaku. Usianya kisaran 37 tahunlah…, ( lum tuwa bingit kan? Hahaha….msh di bawah 40 kok clink ;)  )

Dalam suatu dialog ringan ane bertanya pada kawanku tadi.
Ane : kang, gmn nech klajutan misi kita ttg pergerakan kepemudaan u mengawal 2016 ?
Teman : waduh, ane kira kita dah dag layak lagi untuk turun kejalan. Biarkan organisasi kita dipegang oleh adhe-adhe kita yang baru lulus SMA. ( Gubragk !!! ) skr seusia kita langsung saja garap kegiatan yang ada di RT kita atau kampong kita saja. Lebih real dan membumi. Kita kawal mereka yang pingin berproduktifitas. Kalau mau gabung hayo, klo nggak ya sudah. Kita dan tua brey… ( jawabnya dengan nada yang sangat optimis penuh keyakinan )
Ane : hummm…. Yayaya…bagus…keren itu kang ! ( dlm hati, saya sedang berhadapan dengan org yang salah, hiks…. )


Dihai berikutnya ane bertemu dengan kawan aktifis juga. Ada beberapa ormas yang dia ikutin juga. Termasuk salah satunya adalah organisasi kita. Ketemunya si gak secara langsung, hanya via facebook doang. Usia beliau ya kisaran 30anlagh….( hehehe…baca sambil mrigis ).

Status-statusnya bagus-bagus bgt, banyak yang berisi ttg perjuangan bagaimana mengingatkan kita semua akan persoalan-persoalan kekinian. Ane coba beranikan diri untuk berkomentar, bertanya dan juga mengajak untuk ikut turun tangan membantu menyelesaikan persoalan yang ada. Berharap ad sambutan yang luar biasa dari spirit statusnya yang boleh ane bilang GOOD SOCIAL and GOOD SPIRITUAL dech…hehehe….

Rabu, 20 Agustus 2014

Euphoria Karnaval HUT RI ke 69



Karnavalan tiap agustusan merupakan pemandangan yang sudah lumrah kita saksikan di setiap hari ulang tahun Republik Indonesia. Pemandangan ini biasanya terjadi di kota-kota kecil hingga kota-kota besar sekalipun. Peserta karnaval pada HUT RI ke 69 di kota Banjarnegara ini melibatkan banyak sekali elemen masyarakat. Baik pelajar maupun umum. Ditingkat pelajar saja peserta dari TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA. Lalu tingkat umum, lembaga/instansi pemerintah maupun swasta. Belum lagi tingkat desa juga pada ikuta. Bisa dibayangkan betapa ramenya. Ribuan orang tumplek blek dlm satu acara karnaval 17an.


Persiapan mereka tidak main-main. Dari H-3 sampai jelang hari H, sebelum subuh sudah pada berbenah diri, menghias diri dengan segala atribut dan konsep yang bakal mereka usung. Sunggung luar biasa antusias public pada satu acara ini.

Minggu, 24 November 2013

MPC Pemuda Pancasila Banjarnegara Sambang Sillaturrahmi dengan Kapolres dan Dandim baru Banjarnegara

Siang itu tepatnya pada hari jum’at, 22 November 2013, pukul 13.00 wib jajaran pengurus Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pencasila beserta para aktifis PP Banjarnegara. Melakukan Sillaturrahmi dan Audiensi dengan Kapolres baru Banjarnegara yakni AKBP Muslimin Ahmad, S.Ik, SH, MH beserta jajarannya. Setelah terlebih dahulu melakukan sholat jamaah jum’at bersama di Polres Banjarnegara.

Dalam pidatonya ketua MPC PP Banjarnegara. H. Khayatulmaki, SH yang lebih akrab disapa dengan panggilan Gus Khayat menyampaikan bahwa anggota ormas PP Banjarnegara ini terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi. Baik Pegawai, Wiraswasta, Ustad, Pengacara, Politisi maupun Pesantren ( Pengangguran Santai Tapi Keren ) dengan nada sambil sedikit bercanda, untuk mencairkan suasana supaya tidak terlalu formal. Oleh sebab itu, sebagai salah satu ormas yang memiliki anggota yang sangat heterogen tersebut, Ketum MPC PP Banjarnegara, memohon masukan dan binaan dari Kapolres Banjarnegara agar kedepan PP Banjarnegara dapat semakin baik dan terus berkarya serta berjuang demi kebaikan anggota, kota Banjarnegara dan juga Bangsa.

Dalam dialog interaktif tersebut, Kapolres baru Banjarnegara menegaskan bahwa seyogyanya PP sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia, harus tetap tunduk dan patuh terhadap peraturan pemerintah dan negara. Dengan demikian PP dan Kepolisian dapat terus bekerjasama, seiring sejalan untuk menciptakan ketertiban dan juga keamanan di Banjarnegara pada khususnya dan di Bumi Indonesia pada umumnya.

Senin, 12 Agustus 2013

Menjalani Laku Punokawan dalam Perjalanan Hidup

Ane mo share dikit ttg pengalaman ane tadi pagi, sewaktu sowan ketempat mbah Harto. 1 jam sudah ngbrol ngalor ngidul akhirnya mbah Harto menutup pembicaraan dengan sebuah wejangan / nasehat seperti ini. " Bahwa pada hakekatnya menungsa jawa kuwe pencen kudu bisa nglakoni laku punokawan, supaya uripe iso mulyo ". dengan nada pelan dan penuh penekanan mbah Harto menegaskan kalimat tersebut berulang-ulang. 
tentu bagi saya pribadi mendengar kata PUNOKAWAN itu sudah tidak asig lagi. sebab ane kan tinggalnye di jawa...huehehe....

Tetapi dengan penekanan " laku punokawan " yang di ulang-ulang, tanpa ane sadarin ye..., kening ane mengkerut sedemikian rupa, tanda sedang mencerna, pesan moral apa yang sebenarnya tertuang dalam kalimat tersebut. 

Jumat, 07 Juni 2013

Batasi Masa Jabatan DPR agar Tujuan Reformasi Semakin Jelas

15 tahun sudah usia Era Reformasi Bangsa ini berjalan. Sebuah bagian perjalanan bangsa yang mesti kita cermati bersama agar kita tidak terjebak dalam euforia politik yang tanpa arah dan tujuan yang jelas dalam membenahi bangsa.

Niat baik anak bangsa sejak jaman Orla, kemudian berubah menjadi pembaharuan dijaman Orba. Lalu proses perbaikan ini terus berjalan, hingga kita sampai pada satu jaman perubahan yakni jaman Reformasi. Nampaknya perjalanan bangsa ini masih terseak – seok untuk menggapai cita-cita keadilan bagi seluruh bangsa.

Dari sekian persoalan dan carut marut kondisi bangsa ini, pada akhirnya sampai pada satu titik persoalan yang sangat krusial jika kita menghendaki adanya perubahan yang baik dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Yakni persoalan mengapa 15 tahun reformasi kita merasa makin jauh dari tujuan lahirnya era reformasi itu sendiri.

Sabtu, 25 Mei 2013

Membangun Manusia Indonesia yang Seutuhnya



Membangun Manusia Indonesia yang Seutuhnya merupakan konsep DASAR pendidikan bangsa Indonesia. Yang dalam hal ini tentu menjadi tanggungjawab dan wewenang dari Mentri Pendidikan dan lembaga yang di tanganinya.

Berbagai macam jenis kurikulum coba di berlakukan untuk dapat meraih tujuan pendidikan tersebut diatas. Dari konsep kurikulum Long Life Eduction, Kurikulum berbasis Kompetensi, Kurikulum Berbasis Budaya hingga kurikulum berbasis Karakter.

Namun demikian gonta-gantinya kurikulum tersebut diatas, ternyata belum mampu juga menjawab kebutuhan pendidikan bangsa ini sebagaimana tertuang dalam konsep dasar pendidikan nasional. Yakni kebutuhan dasar Membangun Manusia Indonesia yang Seutuhnya. Terlebih carut-marutnya program UN ( Ujian Nasional bukan Urip Ngapak hehehe... ), menambah jauh tercapainya tujuan dasar pendirikan nasional kita.

Lalu bagaimana agar konsep dasar pendidikan nasional kita dapat segera tercapai ?

Sekali lagi salah satu pendiri bangsa ini yakni Bung Karno pernah memberikan konsep dasar pembangunan bangsa, yang hingga saat ini saya pikir masih sangat mujarab dan akan relevan hingga kapanpun untuk menjawab persoalan jaman. Termasuk persoalan pendidikan bangsa.

Selasa, 21 Mei 2013

Money Politic atau Politic Monay, Salahkah ?

Dalam sebuah obrolan kecil di warung dengan salah satu kepala desa yang tidak bisa saya sebutkan. Bliau bilang begini “ mas, saya sudah siapkan dana lebih dari 300 juta untuk pencalegan saat ini. Jadi bagi para caleg baru silahkan saja pada beroperasional dari awal. Ntar diakhir saya tinggal BOOM saja, maka selesain semua urusan “. Saya sendiri tidak tau apa motif di balik beliau bercerita tetang hal tersebut. Tetapi dengan rendah hati saya bilang pada dia bahwa “ mas saya ini mungki9n salah satu caleg yang tak memiliki modal uang cukup. Bekal saya hanyalah semangat untuk mengabdii pada masyarakat atas apa yang saya ketahui dan saya bisa.itu saja “.

Nah, dari dialog tersebut diatas saya jadi berfikir aneh. Begini mikirnya, jika saja dapil 3 saja memiliki jatah kursi 8 di DPRD Banjarnegara. Dan dari 11 Partai yang ada semua mengajukan 8 caleg. Maka akan terkumpul caleg sebanyak 88 bakal caleg. Anggap saja yang siap tempur hanya 50%nya saja. Maka yang siap fight ada 44 caleg. Jika 44 bakal caleg ini memiliki modal kampanye per caleg minimal 150jt saja. Maka akan terkumpul uang sebanyak Rp. 6.600.000.000,- ( Enam Milyar Enam Ratus Juta ). Bukan uang yg sedikit bukan ? padahal ada yang mempersiapkan peluru lebih dari 300 juta. Seandainya uang tersebut di manfaatkan untuk kepentingan rakyat dengan distribusi yang jelas dan tepat apa malah gak lebih bagus dan bermanfaat…???
Itu baru satu dapil, padahal di banjarnegara ada 5 dapil. 6,6 Milyar kali 5 dapil sama dengan 33 milyar. Angka yang sangat fantastis untuk sebuah biaya pemilihan legislative di tingkat kabupaten sekelas mbanjar. Faktanya angka yang beredar di lapangan lebih dari apa yang saya tulis.