Berita TERBARU
Sekali lagi Terimakasih Untuk Banjarnegara
Perjalanan jelang event The PREweweh Da y cukup memukau sepanjang sejarah saya membangun sebuah pergerakan di Banjarnegara. Sejak 2009 saya...
-
Ada kajian yang cukup menarik yang mengusik dipikiranku hingga aku harus nulis malam ini juga. Sebagaimana maksud dan tujuan blog ini ...
-
Kadang pusing nyari kode post dan nama desa di kecamatan mana di Banjarnegara. Maka berikut ane upload dech daftar nama-nama Kelurahan /...
-
Pohon Beluru Beberapa menit setelah saya upload artikel tentang HEBOH di temukannya Jenis Petai Raksasa di Kab. Banjarnegara. Saya lang...
Selasa, 18 Februari 2020
1001 Jalan Menuju Endonesia
Tak bisa aku pungkiri bahwa minat dalam bidang
organisasi hingga setua ini ( kepala 4 brey ) masih cukup menggelora.
Namun apalah daya, ketika saya harus dihadapkan pada satu kenyataan
bahwa ternyata saya harus memilih diam demi kebaikan semua sisi. Dan
saya masih percaya bahwa hingga detik ini, banyak kawan yang
Sabtu, 18 Januari 2020
BERBAGI CERITA Tetang Paguyuban Pokdarwis SATRIA INDRAKILA Kec. Madukara
Sebab SATRIA
INDRAKILA ini adalah sebuah kelompok sadar wisata di tingkat kecamatan,
maka fokus utama kita tentu pada sektor PARIWISATA.
Kajian dan diskusi kita telah mengerucut pada sebuah GOAL yang jelas. Yakni
pada penghujung tahun 2020 nanti, kita mesti bisa menghadirkan minimal dua
titik pariwisata potensial yang bisa kita angkat, sebagai sebuah destinasi
wisata baru di kec. Madukara yang bertaraf regional jawa tengah.
Satu titik potensi yang sudah kita amini bersama
untuk kita angkat adalah potensi wisata budaya spiritual INDRAKILA. Dengan
tajuk besar " MADUKARA CULTURE
FESTIVAL " The Culture of Spiritual.
Kenapa harus Indrakila ? sebab place / tempatnya
sudah jelas dan momentnya-pun juga sudah jelas, yakni MCF hanya ada di bulan
suro pas bulan purnama penuh. MCF tidak ada di bulan selain bulan itu.
Kedua ; Sadar bahwa potensi Kesenian Embeg di kec.
Madukara adalah sebuah potensi besar yang bisa kita angkat sebagai salah satu
potensi wisata yang otonom ataupun sebagai sebuah potensi daya dukung atas
kegiatan kepariwisataan yang ada. Maka potensi ini tidak bisa kita abaikan.
Selasa, 20 Agustus 2019
2019 - Usia Kab. Banjarnegara sudah 448 Tahun
Ketokan palu bersejarah terdengar tandas. Pimpinan Sidang Paripurna DPRD Bawono dan Bambang Prawoto Sutikno menetapkan koreksi Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara. Hari Jadi yang baru. Sekaligus lebih tua.
Semula. Berdasar Perda Nomor 3 Tahun 1994. Hari Jadi jatuh pada tanggal 22 Agustus. Pemerintah Daerah merujuk pada Resolusi GG Hindia Belanda No. 1. Dengan beslit ini --yang dianggap bias kolonialis-- KRT. Dipayuda IV pada 1831 dilantik menjadi Bupati Banjarnegara Kesatu.
Dua puluh lima tahun kemudian. Pada tanggal 5 Maret, terbitlah Perda Nomor 6 Tahun 2019. Dokumen ini benar-benar mengubah Hari Jadi. Momen dan maknanya. Momen peringatan Hari Jadi bukan lagi 22 Agustus. Kelak : tiap 26 Pebruari. Bias kolonialis pun ditepikan. Arus utamanya adalah local geneus.
Risalah Hari Jadi yang baru itu merujuk pada peristiwa historis "mrapat". Mrapat adalah gagasan geopolitik Adipati Jaka Kaiman. Yakni, ide pemekaran Kadipaten Wirasaba menjadi empat wilayah pemerintahan: Wirasaba, Kejawar, Merden dan Banjar Petambakan.
Kenapa dipilih tanggal: 26 Pebruari?
Semula. Berdasar Perda Nomor 3 Tahun 1994. Hari Jadi jatuh pada tanggal 22 Agustus. Pemerintah Daerah merujuk pada Resolusi GG Hindia Belanda No. 1. Dengan beslit ini --yang dianggap bias kolonialis-- KRT. Dipayuda IV pada 1831 dilantik menjadi Bupati Banjarnegara Kesatu.
Dua puluh lima tahun kemudian. Pada tanggal 5 Maret, terbitlah Perda Nomor 6 Tahun 2019. Dokumen ini benar-benar mengubah Hari Jadi. Momen dan maknanya. Momen peringatan Hari Jadi bukan lagi 22 Agustus. Kelak : tiap 26 Pebruari. Bias kolonialis pun ditepikan. Arus utamanya adalah local geneus.
Risalah Hari Jadi yang baru itu merujuk pada peristiwa historis "mrapat". Mrapat adalah gagasan geopolitik Adipati Jaka Kaiman. Yakni, ide pemekaran Kadipaten Wirasaba menjadi empat wilayah pemerintahan: Wirasaba, Kejawar, Merden dan Banjar Petambakan.
Kenapa dipilih tanggal: 26 Pebruari?
Selasa, 23 Juli 2019
Pasar Rakyat Negeri Kahyangan " Bakale Wuademme MakNyuus...! "
Sedela
maning nang mBanjarnegara garep ana acara Dieng Culture Festival - X, Sing
garep dilaksanakaken sekang tanggal loro tekan tanggal papat agustus rongewu
sangalas. Tempate ya isih ajeg nang Dieng Kulon. Banjarnegara ( nang sekitaran Candi
Arjuna ). Temane sing dhinggo taun iki judule " The Inspiration of Culture
" sing maksude sekang acara DCF iki bisa marakna inspirasi kabudayan kanggo
sekabehane.
Acarane
karo tahun sing owis - owis meh pada baen. Ana ritual nyukur rambut gembel, ana
ngeburna balon, ana jazz nang nduwur awang-awang, ana maning acara
gendhu-gendhu rasa kebudayaan lan dieng resik.
Nah, nang
tengah-tengah acara kuwe mau, uga ana acara " Pasar Rakyat Negeri
Kahyangan ". Acara iki sing nganakna sekang Kantor IndagkopUKM mBanjarnegara.
Ora ana liyane nek tujuan acara Pasar Rakyat Negeri Kahyangan kiye mau,
seliyane kepingin nambah marakna rame lan gemebyar acara DCF. Pasar Rakyat
Negeri Kahyangan kiye jane ya pada baen karo konsepe acara Gelar Produk UKM karo
Produk Nasional. Dadi pesertane ya selain sekang kelompok-kelompok UKM mBanjarnegara,
uga ana kang kota liya lan uga sekang perusahaan-perusahaan sing wis suwe
bermitra karo IndagkopUKM mBanjarengara.
Selengkape ana nang KENE >
Selengkape ana nang KENE >
Sabtu, 08 Juni 2019
Tentang Acara 7 hari wafatnya Alamarhummah Ibu Ani Yudhoyono
Jum'at, 7
Juni 2019, pukul 19.30 Wib, di Pendopo Dipayudha Adi Graha Banjarnegara
diselenggarakan sebuah kegiatan Do'a, Yasin dan Tahlil serta Sholawatan dalam
rangka 7 hari wafatnya Almarhummah Ibu Ani Yudhoyono, Istri Presiden Republik
Indonesia ke-6.
Acara
dimulai dengan penampilan dari Group Rebana / Hadroh Majlis Nurussathi pimpinan Muhamad Lubabul Mubahhitsin atau Gus Lubab yang mengumandangkan Sholawatan, sembari
menunggu semua tamu sampai di lokasi. Tepat pukul 20.30 wib secara resmi acara
dibuka dengan sambutan ketua panitia ibu Lasmi Indaryani. Beliau menjelaskan
secara singkat tentang latar belakang mengapa acara ini diselenggarakan. Dalam
sambutan kedua oleh Bupati Banjarnegara yang lebih akrab disapa dengan
panggilan Bupati Wing Cin, Beliau berharap agar dalam doa kita nanti, pahalanya
dapat di limpahkan kepada almarhummah Ibu Ani Yudhoyono. Penuh harap dan do'a,
semo Alloh SWT, mengampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan
ditempatkan dalam syurgaNya.
Langganan:
Postingan (Atom)






